Jabarplus.id – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan perbaikan 8 ribu rumah tidak layak huni (rutilahu) sepanjang 2026 sebagai langkah percepatan peningkatan kualitas hunian warga
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mengingat total rutilahu di wilayah tersebut masih mencapai puluhan ribu unit.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 24 ribu rutilahu yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.
Jumlah tersebut menjadi pekerjaan besar yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Rutilahu di Kabupaten Bogor itu jumlah yang terdata ada sekitar 24 ribu rumah yang harus kita benahi,” ujar Rudy di Cibinong, Sabtu (28/3/2026).
Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, pemerintah mengalokasikan dana untuk memperbaiki 2.750 rumah dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit.
Selain itu, dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan yang menargetkan bantuan bagi 4 ribu rumah.
Tak hanya itu, sektor swasta turut ambil bagian, termasuk kontribusi dari Astra sebanyak 1.000 unit rumah, serta bantuan lain yang masih dalam proses penggabungan.
“Dari APBD 2026 kita menganggarkan untuk 2.750 rumah yang nilainya per unit rumah Rp 20 juta, dari Kementerian Perumahan kita dapat bantuan 4 ribu rumah, dari Astra 1 ribu, dan beberapa lainnya dari pihak swasta yang nanti akan kita gabungkan,” jelasnya.
Meski demikian, Rudy Susmanto menegaskan bahwa penanganan rutilahu tidak bisa dituntaskan dalam satu tahun anggaran.
Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengurangi angka rutilahu secara bertahap.
“Maka, di tahun 2026 ini mudah-mudahan 8 ribu rutilahu akan kita perbaiki di Kabupaten Bogor,”pungkasnya.












