Bogor

Bupati Bogor Ajak Warga Jaga Sungai, Tangkap 220 Kilogram Ikan Sapu-Sapu di Situ Citatah

21
×

Bupati Bogor Ajak Warga Jaga Sungai, Tangkap 220 Kilogram Ikan Sapu-Sapu di Situ Citatah

Share this article

Jabarplus.id— Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati, Forkopimda, Muspika, serta masyarakat turun langsung ke Situ Citatah untuk melakukan aksi penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus membersihkan aliran sungai, Rabu (20/5/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 220 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.

 

Selain aksi penangkapan ikan invasif, Pemerintah Kabupaten Bogor juga melaksanakan penebaran eco enzyme sebanyak 30 liter yang berfungsi membantu mempercepat penguraian zat-zat yang tidak baik di air sungai.

 

Kegiatan ini turut melibatkan komunitas Eco Enzyme Nusantara Bogor. Selain itu, juga dilakukan penebaran 5.000 bibit ikan lokal ke aliran sungai yang telah disiapkan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

BACA JUGA  Peringati HKG ke-53, Bupati Bogor Ajak TP-PKK Perkuat Kolaborasi Bangun Daerah Berbasis Ketahanan Keluarga

 

Rudy Susmanto mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar menangkap ikan invasif, tetapi menjadi stimulus dan penyemangat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai serta lingkungan sekitar.

 

“Kita bersama-sama dengan Muspika, Pak Wakil Bupati, Forkopimda turun langsung menangkap ikan sapu-sapu di Kali Cidarian. Memang hari ini tidak akan menuntaskan semuanya, tapi ini menjadi penyemangat agar masyarakat ikut menjaga sungai bersama-sama,” ujar Rudy Susmanto.

 

Ia menjelaskan, saat turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah juga menemukan tingginya sedimentasi dan banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai.

BACA JUGA  Wakil Bupati Bogor Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih di Wilayah Rumpin

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk dibersihkan dan dirawat secara berkelanjutan.

 

“Kita ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Ternyata sedimentasinya cukup tinggi, sampah juga cukup banyak. Kalau sedimentasi bisa diatasi, maka potensi banjir tentunya akan berkurang,” jelasnya.

 

Terkait penangkapan ikan sapu-sapu, Rudy menyebut ikan tersebut merupakan spesies invasif yang perlu dikendalikan karena dapat merusak ekosistem dasar sungai apabila populasinya terus meningkat.

 

“Ikan sapu-sapu memang harus dikontrol. Kalau membludak, dia bisa merusak ekosistem di dasar sungai,” tegasnya.

 

Rudy menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian awal peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan puncak kegiatan yang akan dilaksanakan pada 5 Juni mendatang di wilayah hulu sungai, Telaga Warna dan Telaga Saat, dengan tema “Ngelokat Cai”.

BACA JUGA  Bupati Bogor Tinjau Jalur Kunjungan Presiden Prabowo ke Unhan

 

Nanti di Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni, akan dilaksanakan beberapa kegiatan di wilayah hulu sungai seperti Telaga Warna dan Telaga Saat.

 

“Kita juga akan melepaskan indukan-indukan ikan lokal agar berkembang biak dari hulu hingga ke hilir, serta terus melakukan penghijauan dan normalisasi sungai di beberapa titik,” ungkapnya.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, beserta jajaran terkait lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *