Jabarplus.id – Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Kabupaten Bandung menggelar kajian budaya dengan tema “Seni Ketangkasan Domba Garut: Antara Kebanggaan Warisan Leluhur, Penggerak Ekonomi, dan Sorotan Etika”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Arjasari, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini bertujuan untuk membedah tradisi adu domba Garut yang kini lebih dikenal dengan istilah Seni Ketangkasan Domba Garut secara komprehensif. Tradisi yang menjadi ikon budaya Pasundan ini dinilai memiliki banyak dimensi – bukan hanya sebagai pertarungan hewan, tetapi juga sebagai panggung kebudayaan, simbol gengsi sosial, motor penggerak ekonomi kerakyatan, hingga objek kritik etika modern.
Ketua Pelaksana dari Daya Mahasiswa Sunda Kabupaten Bandung, Rio menjelaskan, kajian tersebut penting untuk melahirkan perspektif mahasiswa yang objektif dan berimbang.
“Kami dari Daya Mahasiswa Sunda Kabupaten Bandung ingin mengajak generasi muda untuk melihat tradisi ini tidak secara hitam-putih. Di dalamnya ada kebanggaan budaya Sunda, ada nilai sosiologis, ada nilai ekonomi, tapi juga ada tanggung jawab etika dan nilai agama yang harus kita diskusikan bersama secara ilmiah,” jelasnya.
Ia memaparkan, hasil kajian Tradisi Seni Ketangkasan Domba Garut di Arjasari itu setidaknya ada lima perspektif mulai dari perspektif Budaya hingga agama. Berikut lima hasil Kajian Damas Kabupaten Bogor.
1. Budaya
Sebagai ruang ekspresi kebanggaan dan pelestarian warisan leluhur. Arena diiringi kendang penca dan pemilik domba menari, yang memuliakan nilai kejayaan, keberanian, dan jati diri masyarakat Sunda.
2. Sosiologi Pedesaan
Domba Garut memiliki kedudukan lebih tinggi dari sekadar komoditas. Memiliki domba juara mampu meningkatkan prestise dan status sosial pemiliknya di masyarakat agraris.
3. Ekonomi dan Pariwisata
Domba juara bergalur unggul harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Event rutinnya mendatangkan wisatawan dan menghidupkan UMKM, penginapan, dan pedagang kecil.
4. Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare)
Menjadi sorotan aktivis karena dianggap eksploitasi. Namun peternak menjelaskan bahwa domba dirawat istimewa dengan pakan khusus, madu, dan telur, serta aturan arena modern yang membatasi jumlah tumbukan dan adanya wasit.
5. Agama Islam
Praktik tahriisy (mengadu binatang) dilarang jika sampai menyiksa atau disertai judi. HPDKI telah beradaptasi dengan mengubah istilah menjadi “seni ketangkasan” dan membersihkan arena dari judi.
Melalui kajian di Arjasari ini, Daya Mahasiswa Sunda Kabupaten Bandung berharap tradisi Sunda dapat terus lestari dan relevan di era modern tanpa kehilangan ruh tradisinya, serta tetap selaras dengan prinsip kesejahteraan hewan dan nilai-nilai agama.












