Uncategorized

Marlyn Maisarah Tekankan Ekonomi Pancasila dan Pelestarian Budaya Lokal dalam Sosialisasi Empat Pilar

21
×

Marlyn Maisarah Tekankan Ekonomi Pancasila dan Pelestarian Budaya Lokal dalam Sosialisasi Empat Pilar

Share this article

Jabarplus.id – Anggota MPR RI Marlyn Maisarah menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui penguatan ekonomi Pancasila dan pelestarian kebudayaan lokal.

 

Hal tersebut disampaikan Marlyn dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Aula Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (28/9/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti relawan se-Cibinong, Karang Taruna Kecamatan, pengurus PAC Gerindra se-Kecamatan Cibinong, serta perwakilan masyarakat dan pemuda dari berbagai wilayah di Cibinong.

 

Dalam pemaparannya, Marlyn mengatakan bahwa Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan masyarakat, mulai dari cara membangun kebersamaan, menggerakkan ekonomi, hingga menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.

 

“Empat Pilar jangan hanya berhenti sebagai materi yang kita hafal. Nilai-nilainya harus benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat, dalam semangat gotong royong, keadilan, kebersamaan, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” kata Marlyn.

BACA JUGA  Bupati Bogor Apresiasi Pengabdian TNI AU Melalui Bakti Sosial Untuk Masyarakat

 

Ia menilai salah satu bentuk konkret pengamalan nilai Pancasila adalah membangun ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama.

 

Menurut Marlyn, semangat ekonomi Pancasila dapat diwujudkan melalui penguatan UMKM, usaha masyarakat, koperasi, pemberdayaan pemuda, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.

 

“Ekonomi Pancasila mengajarkan bahwa kemajuan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian orang. Masyarakat harus diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh, memiliki usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

 

Marlyn juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi lokal. Pemuda, kata dia, memiliki keunggulan dari sisi kreativitas, teknologi, serta kemampuan melihat peluang baru yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

BACA JUGA  Bupati Bogor Bersama Menteri PKP Dan Pemprov Jabar Komitman Hadirkan Kredit Program Perumahan (KPP) di Kabupaten Bogor

 

Namun, kemajuan tersebut menurutnya harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai dan kebudayaan lokal.

 

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitasnya. Tradisi, kesenian, bahasa, kearifan lokal, serta budaya gotong royong harus tetap dijaga sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

 

“Kita boleh maju mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai kehilangan akar budaya kita. Justru budaya lokal harus menjadi kekuatan dan identitas yang kita jaga bersama,” tegasnya.

 

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.

 

Sejumlah peserta menyoroti tantangan generasi muda dalam mempertahankan budaya lokal di tengah kuatnya pengaruh media sosial dan budaya luar. Ada pula peserta yang mempertanyakan bagaimana nilai ekonomi Pancasila dapat diterapkan secara nyata, terutama dalam membantu UMKM dan membuka peluang usaha bagi pemuda.

BACA JUGA  Bupati Bogor Rudy Susmanto Tunaikan Salat Jumat Bersama Masyarakat di Masjid Raya Nurul Wathon

 

Menanggapi hal tersebut, Marlyn mengatakan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan besar. Menurutnya, langkah sederhana seperti mengenalkan kesenian daerah, melibatkan pemuda dalam kegiatan masyarakat, menghidupkan kembali gotong royong, hingga mempromosikan produk lokal melalui media digital merupakan bagian dari menjaga identitas sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

 

Ia juga mendorong Karang Taruna, komunitas pemuda, relawan, serta organisasi masyarakat untuk menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan kegiatan produktif.

 

“Anak-anak muda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus diberikan ruang untuk berkreasi, membangun usaha, menjaga budaya, dan ikut menyelesaikan persoalan di lingkungannya,” kata Marlyn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *