Jabarplus.id – Founder LS Vinus, Yusfitriadi mengkritik keras rencana kerja jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor periode 2024-2029 saat menggelar diskusi di kawasan Cibinong, Rabu, 15 Januari 2025.
Yusfitriadi menilai, saat ini DPRD Kabupaten Bogor yang kebanyakan diisi oleh orang-orang baru kurang terbuka terhadap publik mengenai rencana hingga hasil akhir kinerjanya.
“Kalau kita lihat webnya DPRD itu blank, kosong. Artinya publik benar-benar tidak tau apakah kekosongan itu luput lupa, atau memang tidak punya niat baik terbuka atau memang kesekretariatan,” ujar Yusfitriadi kepada wartawan.
Pria yang akrab disapa Kang Yus itu mengungkapkan, saat ini di website hanya tercantum rencana kerja tahun 2016 silam dan tidak ada rencana kerja untuk tahun 2025.
“Kalo pak Sastra (Ketua DPRD Kabupaten Bogor) sudah punya awareness cukup pesat berarti bukan disitu masalahnya, tapi di tempat yang lain,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Kang Yus meminta DPRD Kabupaten Bogor bisa lebih terbuka perihal rencana dan laporan akhir program, keuangan yang telah disetujui anggarannya, hingga laporan hasil kinerja.
“Saya sempat diskusi dengan teman-teman media beberapa orang, saya tanya rencana kerjanya DPRD 2025, tidak ada yang tau satu pun. Padahal DPRD itu lembaga sah, lembaga publik, lembaga wakil rakyat yang akan mendrive masing-masing rakyatnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Founder LS Vinus itu meminta jajaran DPRD Kabupaten Bogor menerapkan Undang-Undang Informasi Publik dalam rencana dan hasil kinerjanya selama menjabat.
“Tampilkan saja di web itu sudah terbuka informasinya. Kita sudah punya UU Informasi Publik, maka itu perbuatan melawan hukum,” tuturnya.
“Saya pikir tidak menarik ketika semua stakeholder bangsa ini mendorong rakyat mengikuti aturan, tapi kemudian lembaga-lembaga negara kita tidak mengikuti aturan,” pungkasnya.